pengertian logam transisi

Posted: October 16, 2010 in Uncategorized

Oke kawan kawan ini adalah postingan kita yang ke 2, mohon maaf Karena untuk memosting postingan yang ke 2 memakan waktu yang sangat lama😀

Nah kali ini kita akan membahas lebih dalam tentang logam transisi.

Kawan”,logam transisi adalah sesuatu yang dapat membentuk satu atau lebih ion stabil yang memiliki orbital d yang tidak terisi. Berdasarkan pengertian tadi, skandium dan seng tidak termasuk logam transisi.

Mengapa demikiian? Karena Skandium memiliki struktur elektronik [Ar] 3d14s2. Ketika skandium membentuk ion, skandium selalu kehilangan 3e terluar dan akhirnya, akan sesuai dengan struktur argon[Ar]. Oleh karena itu skandium tidak sesuai dengan definisi di atas.

Bagaimana dengan seng??

Seng mempunyai struktur elektronik [Ar] 3d104s2. Saat seng membentuk ion, seng selalu kehilangan  2e 4s  dan menghasilkan ion 2+ dengan struktur elektronik [Ar] 3d10. Ion seng memiliki tingkat d yang terisi penuh. Oleh karena itu seng tidak sesuai dengan definisi di atas.

Berbeda dengan tembaga!!

Tembaga dengan struktur elektronik [Ar] 3d104s1, membentuk dua ion.Pada ion Cu+ struktur elektroniknya adalah [Ar] 3d10. Tapi, pada umumnya membentuk ion Cu2+ yang memiliki struktur [Ar] 3d9, oleh karena itu tembaga termasuk logam transisi karena ion Cu2+ memiliki tingkat orbital d yang tidak terisi penuh.

INI TABEL STRUKTUR ELOKTRONIK TIAP ION

Sc [Ar] 3d14s2 Fe [Ar] 3d64s2
Ti [Ar] 3d24s2 Co [Ar] 3d74s2
V [Ar] 3d34s2 Ni [Ar] 3d84s2
Cr [Ar] 3d54s1 Cu [Ar] 3d104s1
Mn [Ar] 3d54s2 Zn [Ar] 3d104s2

😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s